Walhi Lampung Nilai Rencana Perubahan Zona di TNWK Sebagai Kemunduran Perlindungan Kawasan Konservasi


Event Lampung
- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menilai rencana perubahan zona inti Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi zona pemanfaatan sebagai langkah mundur dalam upaya perlindungan kawasan konservasi. Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan semangat konservasi yang seharusnya memperkuat dan memperluas zona inti.

Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, mengatakan zona inti merupakan jantung perlindungan kawasan konservasi yang tidak semestinya dikurangi, terlebih dengan alasan penerapan skema perdagangan karbon.

“Perubahan zona inti menjadi zona pemanfaatan merupakan kemunduran dalam semangat konservasi. Seharusnya di wilayah konservasi zona inti semakin ditingkatkan, bukan malah dikurangi, apalagi dengan dalih skema karbon,” ujar Irfan, Sabtu (13/12).

Menurut Irfan, perdagangan karbon tidak bisa dijadikan solusi utama dalam menghadapi krisis iklim global. Ia menyebut skema karbon sebagai solusi palsu yang justru berpotensi menggeser fungsi konservasi menjadi kepentingan pasar.

“Perdagangan karbon adalah solusi palsu dalam konteks perubahan iklim global. Lingkungan dan karbon akhirnya diposisikan sebagai komoditas yang mengikuti permintaan pasar,” tegasnya.

Walhi menilai perubahan zonasi tersebut berpotensi melemahkan fungsi perlindungan TNWK. Zona inti yang seharusnya diperkuat justru dikurangi demi membuka ruang pemanfaatan.

“Perubahan zona inti ke zona pemanfaatan jelas merupakan pelemahan terhadap fungsi perlindungan kawasan konservasi TNWK,” katanya.

Selain itu, Walhi juga melihat adanya potensi konflik kepentingan, terutama terkait pasar karbon dan pengembangan wisata premium. Irfan menyoroti dampak kebijakan tersebut terhadap masyarakat sekitar kawasan.

“Di banyak wilayah, objek wisata premium tidak melibatkan masyarakat dan hanya menjadikan warga sebagai penonton. Biasanya akan ada pembatasan ruang, akses, dan keterlibatan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut berpotensi memperketat aturan di kawasan taman nasional sehingga ruang hidup dan peran masyarakat sekitar semakin terpinggirkan.

Atas dasar itu, Walhi Lampung merekomendasikan pemerintah untuk menghentikan rencana pengurangan zona inti TNWK. Menurutnya, kebijakan tersebut hanya akan menguntungkan segelintir pihak.

“Kami meminta pemerintah menghentikan upaya pengurangan zona inti di TNWK. Ini hanya akan menguntungkan segelintir pihak,” tegas Irfan.

Walhi mendorong pemerintah untuk justru memperluas zona inti dan memperkuat perlindungan kawasan konservasi, bukan memperbesar zona pemanfaatan dengan alasan skema karbon.

“Pemerintah seharusnya memperluas zona inti, bukan zona pemanfaatan, di Taman Nasional Way Kambas,” pungkasnya.

Previous Post Next Post